Carabao Billiards Official Website

Johann Chua Kembali ke Panggung WNT, Langsung Angkat Trofi Philippines Open 2026

Lama tidak terlihat di panggung major World Nineball Tour, Johann “Bad Koi” Chua akhirnya kembali dengan cara yang sulit dibuat lebih sempurna. Pemain Filipina tersebut langsung menutup comeback-nya dengan gelar juara Roobet Philippines Open 2026, setelah mengalahkan rekan senegaranya, Anton Raga, dalam final all-Filipino dengan skor 11-9 di Gateway Mall, Quezon City, Sabtu (24/10).

Kemenangan tersebut sekaligus membuat Chua menjadi pemain Filipina pertama yang menjuarai Philippines Open di kandang sendiri dan menambah koleksi gelar Major keduanya setelah sebelumnya memenangkan Hanoi Open 2024. Yang membuat perjalanan ini semakin menarik, Philippines Open menjadi penampilan Major WNT pertama Chua pada 2026. Ia terakhir tampil di major WNT pada Philippines Open 2025, ketika langkahnya terhenti di babak pertama. Setelah itu, Chua tetap aktif berkompetisi di luar kalender major WNT, termasuk menjajal panggung Duya Legends Tour.

Dari panggung WNT ke Duya Legends

Absennya Chua dari panggung major WNT bukan berarti “Bad Koi” berhenti bertanding. Pada Mei 2026, Chua justru mencatat prestasi penting di Duya Aiplay Sport 5800 Charity Cup di Melaka, Malaysia. Ia mengalahkan Ko Pin Yi di semifinal dengan skor 75-72 sebelum menundukkan pemain China, Lai Kun Zhang, di final. Kemenangan tersebut membuat Chua menjadi pemain Filipina pertama yang meraih gelar Duya Legends, sekaligus membawa pulang hadiah utama RM200.000. Duya Legends sendiri membawa Chua ke lingkungan kompetisi yang berbeda dari panggung 9-ball WNT. Setelah keberhasilannya di Malaysia, namanya juga tercatat dalam agenda Duya Legends Golden Nine Beijing International Open, memperlihatkan bagaimana Chua tetap menjaga kompetisi di level internasional meski tidak tampil di major WNT.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Chua sebelum akhirnya kembali ke panggung WNT di Manila. Dan ternyata, comeback itu tidak membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan trofi. Saat kembali tampil di Philippines Open, Chua sendiri tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi. Dalam wawancara setelah pertandingan awal, ia mengaku lega bisa kembali bermain di major Matchroom.

“I’m feeling relieved. I didn’t expect much from my performance at this tournament, but I’m happy to be back at a Matchroom Major.”

Tujuh pertandingan, tujuh kemenangan

Perjalanan Chua di Philippines Open 2026 berjalan tanpa satu pun kekalahan. Ia melewati babak-babak awal sebelum mengalahkan James Aranas 10-8 di babak 32 besar dan Aleksa Pecelj 10-7 di babak 16 besar. Pada perempat final, Chua menghadapi salah satu ujian terberatnya, yaitu Carlo Biado. Namun pertandingan tersebut justru berakhir dengan skor mencolok 10-1 untuk Chua. Di semifinal, ia berhadapan dengan pemain muda Filipina, Bernie Regalario. Chua sempat tertinggal 0-2, tetapi kemudian mengambil alih pertandingan dan memenangkan sepuluh dari sebelas rack berikutnya untuk menang 10-2. Sementara itu, Anton Raga mengalahkan Baseth Mocaibat 10-6 untuk menciptakan final sesama pemain Filipina.

Menghadapi Raga, Chua langsung mengambil kendali dan melesat hingga 5-0. Namun final belum selesai. Raga perlahan menemukan permainan terbaiknya. Dari 5-0, ia memangkas jarak menjadi 5-3, kemudian terus menekan hingga skor berubah menjadi 7-6. Chua kembali memperlebar jarak dan mencapai hill pada kedudukan 10-7. Tetapi Raga kembali mendapatkan momentum dan membuat skor menjadi 10-9. Pada situasi tersebut, satu rack menentukan segalanya. Break Raga kembali menghasilkan scratch. Chua mendapatkan ball-in-hand dan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia membersihkan meja dan memastikan kemenangan 11-9. Trofi pun resmi menjadi miliknya.

Gelar Major di rumah sendiri

Bagi Chua, kemenangan ini memiliki arti lebih dari sekadar tambahan satu trofi. Ini adalah gelar Major keduanya di bawah Matchroom, setelah Hanoi Open 2024. Namun yang membuatnya berbeda adalah tempatnya. Untuk pertama kalinya, seorang pemain Filipina berhasil mengangkat trofi Philippines Open di hadapan publik negaranya sendiri.

“I’m speechless and relieved. We both felt the pressure, but I’m so grateful to get the opportunity to win in front of my home country. It has always been a dream to win a Major in my country, and it feels amazing to do it this week.”

Menghadapi Raga, Chua langsung mengambil kendali dan melesat hingga 5-0. Namun final belum selesai. Raga perlahan menemukan permainan terbaiknya. Dari 5-0, ia memangkas jarak menjadi 5-3, kemudian terus menekan hingga skor berubah menjadi 7-6. Chua kembali memperlebar jarak dan mencapai hill pada kedudukan 10-7. Tetapi Raga kembali mendapatkan momentum dan membuat skor menjadi 10-9. Pada situasi tersebut, satu rack menentukan segalanya. Break Raga kembali menghasilkan scratch. Chua mendapatkan ball-in-hand dan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia membersihkan meja dan memastikan kemenangan 11-9. Trofi pun resmi menjadi miliknya.

Comeback yang berujung trofi

Ada sesuatu yang menarik dari kemenangan Johann Chua di Manila. Ia kembali ke panggung Major WNT setelah periode panjang tanpa tampil di ajang Major Tour, sementara sepanjang periode tersebut ia tetap menjaga kompetisinya melalui berbagai turnamen internasional, termasuk Duya Legends. Dari Duya Legends di Asia, Chua kembali ke panggung World Nineball Tour. Dan ketika kembali, ia tidak sekadar melewati babak awal. Ia mengalahkan sejumlah nama besar, menundukkan Carlo Biado 10-1, bangkit dari ketertinggalan 0-2 di semifinal, kemudian melewati final all-Filipino yang penuh tekanan.

Tujuh pertandingan. Tujuh kemenangan. Satu trofi Major. Bagi Johann “Bad Koi” Chua, Philippines Open 2026 menjadi lebih dari sekadar kemenangan di kandang sendiri. Ini adalah cerita tentang seorang juara yang kembali ke panggung WNT—dan langsung mengambil kembali tempatnya di antara para pemain elite dunia. Dan untuk Carabao Billiards, perjalanan Chua menjadi pengingat bahwa perkembangan seorang atlet tidak selalu berlangsung di satu jalur kompetisi. Kadang, perjalanan justru membawa pemain melewati berbagai format, negara, dan tantangan sebelum akhirnya kembali ke panggung utama.

more news

© 2023 - Carabao Official Website