Team Rest of the World akhirnya mencatat sejarah baru di Reyes Cup. Setelah dua edisi sebelumnya selalu menjadi milik Team Asia, tim yang dipimpin kapten Ralf Souquet berhasil merebut gelar juara Roobet Reyes Cup 2026 untuk pertama kalinya setelah menutup pertandingan dengan kemenangan 11-4 atas Team Asia di Makati Coliseum, Manila, Minggu (18/10).
Memulai Day 4 dengan keunggulan 9-4, Team ROW hanya membutuhkan dua poin untuk memastikan trofi. Mereka langsung menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan memenangkan dua pertandingan terakhir pada hari penentuan. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dua tahun dominasi Team Asia yang sebelumnya menjadi juara pada edisi 2024 dan 2025.
ROW hanya butuh dua poin
Team Asia sebenarnya mencoba memberikan perlawanan sejak pertandingan pertama Day 4. Setelah Robbie Capito melakukan foul pada rack pembuka, Francisco Sánchez Ruiz membawa ROW unggul. Asia kemudian merespons. Break kering Shane Van Boening memberikan kesempatan kepada Albert Januarta untuk melakukan run-out dan menyamakan kedudukan. Carlo Biado kemudian membawa Asia berbalik unggul melalui permainan safety menghadapi Joshua Filler.
Namun, Team ROW kembali mengambil kendali. Fedor Gorst berhasil menyamakan skor setelah safety ketatnya memaksa AJ Manas melakukan foul. Aleksa Pecelj kemudian membawa ROW kembali unggul setelah Duong Quoc Hoang gagal memasukkan bola 6. Sánchez Ruiz membawa ROW menuju hill, sebelum Filler memastikan kemenangan 5-3 melalui kombinasi 7-9 yang sekaligus membuat Team ROW hanya membutuhkan satu poin lagi untuk menjadi juara. Filler mengakui kemenangan tersebut terasa spesial setelah dirinya sempat kesulitan dalam pertandingan beregu sepanjang turnamen.
“It felt great to get the team on the hill. I’ve struggled in the team matches this week. Balls didn’t roll my way and Team Asia played some good safeties, so of course it felt good to win that last rack.”
Menurut Filler, perubahan terbesar Team ROW terjadi pada cara para pemain mulai bermain sebagai satu kesatuan.
“Ralf did a great job. He made it clear we had to act as a team if we wanted to win this, and that totally changed our mentality. Now we’re having fun together and have so much faith in each other.”
Sánchez Ruiz dan Van Boening tutup perjuangan Asia
Pertandingan terakhir mempertemukan Robbie Capito dan Duong Quoc Hoang melawan Francisco Sánchez Ruiz dan Shane Van Boening. Asia sempat memberikan harapan setelah Capito dan Duong mengambil rack pertama. Bahkan ketika Van Boening melakukan scratch pada jump shot di rack kedua, Asia mendapatkan peluang untuk memperbesar keunggulan. Namun Duong gagal memanfaatkan kesempatan melalui bola 6. ROW kemudian menyamakan kedudukan dan mulai mengendalikan pertandingan. Van Boening tampil penting melalui permainan safety yang memaksa Capito melakukan foul. Ia kemudian menutup salah satu rack dengan kombinasi 4-9 sebelum ROW mencapai hill.
Pada akhirnya, Sánchez Ruiz menemukan keberuntungan melalui fluke pada bola 2. Pasangan ROW kemudian membersihkan meja. Sánchez Ruiz memasukkan bola 9 terakhir dan memastikan kemenangan 5-1. Dengan hasil tersebut, Team Rest of the World resmi menjadi juara Reyes Cup untuk pertama kalinya dalam sejarah dengan kemenangan keseluruhan 11-4.

Sánchez Ruiz dinobatkan sebagai MVP
Keberhasilan Team ROW semakin lengkap setelah Francisco Sánchez Ruiz dinobatkan sebagai MVP Reyes Cup 2026. Pemain asal Spanyol tersebut memainkan peran penting sepanjang turnamen, termasuk menjadi bagian dari kemenangan penentu pada pertandingan terakhir. Namun Sánchez Ruiz menolak menganggap keberhasilan tersebut sebagai pencapaian individu.
Ralf Souquet: “Kami hanya bisa menang sebagai tim”
Bagi kapten Ralf Souquet, tantangan terbesar bukan hanya menyatukan pemain-pemain dengan reputasi besar, tetapi membuat mereka meninggalkan status individu dan bermain sebagai sebuah tim. Souquet menilai seluruh pemain berhasil menjalankan peran masing-masing sejak hari pertama hingga bola 9 terakhir masuk ke pocket.
Souquet menilai seluruh pemain berhasil menjalankan peran masing-masing sejak hari pertama hingga bola 9 terakhir masuk ke pocket.
“They delivered from the very beginning to the very last 9-ball that dropped. I’m so proud of these boys and what they’ve done as a team.”
Souquet juga mengakui bahwa kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah meskipun skor akhirnya terlihat cukup meyakinkan.
“Team Asia made us fight hard in every match this week. Even though the scoreline looks like we ran over them, that’s not the truth. Most of the games were tight.”
Asia kehilangan mahkota, tetapi Albert tetap mencatat momen penting
Bagi Team Asia, kekalahan 4-11 mengakhiri perjalanan mereka sebagai juara dalam dua edisi pertama Reyes Cup. Namun, perjalanan Albert Januarta menjadi salah satu cerita tersendiri dari edisi 2026. Atlet Carabao Pro Team berusia 17 tahun sekaligus satu-satunya wakil Indonesia tersebut menjalani debutnya sebagai pemain termuda dalam sejarah Team Asia di Reyes Cup.
Albert mencetak dua golden break sepanjang turnamen. Golden break keduanya terjadi pada Day 3 ketika berpasangan dengan Carlo Biado untuk mengalahkan Joshua Filler dan Fedor Gorst 5-3—satu-satunya kemenangan Team Asia pada hari tersebut. Pada Day 4, Albert kembali terlibat dalam pertandingan pembuka ketika dry break Shane Van Boening memberikan kesempatan baginya untuk melakukan run-out dan menyamakan kedudukan bagi Asia. Meski pada akhirnya Team Asia gagal mempertahankan gelar, debut Albert memberikan pengalaman menghadapi jajaran pemain terbaik dunia dalam format pertandingan beregu yang penuh tekanan. Sementara bagi Team Asia secara keseluruhan, perjalanan mereka berakhir dengan catatan 4-11. Setelah dua tahun menjadi penguasa Reyes Cup, mereka kini harus menyerahkan trofi kepada Team Rest of the World.

Sejarah baru di Manila
Reyes Cup 2026 akhirnya menghasilkan perubahan besar dalam sejarah turnamen.
2024 — Team Asia 11-6 Team Europe
2025 — Team Asia 11-3 Team Rest of the World
2026 — Team Rest of the World 11-4 Team Asia
Setelah dua tahun selalu berada di tangan Asia, trofi Reyes Cup kini memiliki nama baru. Team Rest of the World meninggalkan Manila sebagai juara, sementara Team Asia harus menunggu satu tahun lagi untuk mencoba merebut kembali mahkota yang sebelumnya mereka pertahankan selama dua edisi.