Babak baru dalam perjalanan Albert “The Giant Killer” Januarta di panggung internasional resmi dimulai. Matchroom dan World Nineball Tour (WNT) secara resmi mengumumkan Albert Januarta sebagai Captain’s Pick terakhir Team Asia untuk 2026 Roobet Reyes Cup. Pemilihan tersebut menandai debut Albert di Reyes Cup, sekaligus menjadikannya pemain termuda yang pernah memperkuat Team Asia di ajang tersebut. Di usia 17 tahun, Albert akan bergabung dengan Carlo Biado, Robbie Capito, Albert James “AJ” Manas, dan Duong Quoc Hoang di bawah arahan kapten Francisco “Django” Bustamante.
Bagi biliar Indonesia, kesempatan ini menjadi catatan penting. Albert bukan hanya tampil sebagai pemain muda dari Indonesia, tetapi akan membawa nama Tanah Air dalam tim yang berisikan sejumlah pemain terbaik Asia menghadapi Team Rest of the World.
Dipilih langsung oleh kapten Team Asia
Dalam pengumuman resminya, WNT menyebut Albert sebagai Captain’s Pick terakhir Francisco “Django” Bustamante, sekaligus pemain yang melengkapi komposisi Team Asia untuk edisi 2026. WNT juga menyoroti perjalanan Albert yang berkembang dari level junior hingga mampu bersaing di sirkuit profesional. Perkembangan tersebut memang terlihat dalam perjalanan karier Albert. Setelah mencatat sejumlah prestasi di level junior, ia mulai menunjukkan kemampuannya di level senior. Profil resmi WNT mencatat Albert sebagai juara Zen & Yuan8 Open 2025, semifinalis Premier League Pool 2026, serta perempat finalis Florida Open dan Arizona Open 2026. Rangkaian hasil tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang akhirnya membawa Albert ke salah satu panggung beregu terbesar di dunia nineball.
Hendra Carabao: pembinaan membutuhkan proses panjang
Sebagai atlet binaan Carabao Pro Team, perjalanan Albert menuju Team Asia juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang telah berjalan selama beberapa tahun. Hendra Kurniawan atau Hendra Carabao sebelumnya menegaskan bahwa perkembangan Albert tidak datang secara instan. Menurut Hendra, atlet harus mendapatkan kesempatan bertanding, menghadapi lawan dengan level berbeda, belajar dari pertandingan, dan terus berkembang melalui proses yang berkelanjutan. “Pembinaan itu proses. Atlet harus diberi kesempatan bertanding, bertemu lawan yang levelnya lebih tinggi, belajar dari kekalahan, kemudian kembali berkembang.” ujar Hendra Kurniawan
Pandangan tersebut menjadi relevan dengan pencapaian terbaru Albert. Dari kompetisi junior, naik ke level senior, menghadapi pemain-pemain elite dunia, hingga akhirnya dipercaya menjadi bagian dari Team Asia di Reyes Cup.
Hendra sebelumnya juga pernah menyampaikan bahwa salah satu impiannya melalui Carabao adalah melahirkan juara dunia dari Indonesia. Albert sendiri telah menjadi salah satu contoh nyata dari proses pembinaan tersebut sejak usia muda.
Team Asia bidik three-peat
Reyes Cup 2026 bukan sekadar debut bagi Albert. Team Asia juga datang dengan target mempertahankan dominasinya setelah memenangkan dua edisi pertama Reyes Cup. Pada edisi ketiga ini, Team Asia akan berusaha meraih tiga kemenangan beruntun atau three-peat atas Team Rest of the World. Format Reyes Cup mempertemukan dua tim yang masing-masing diperkuat lima pemain. Pertandingan akan menguji kemampuan individu sekaligus kerja sama tim melalui format singles, doubles, dan team matches. Bagi Albert, tantangannya tentu berbeda dengan turnamen individu. Ia akan berbagi meja dengan pemain-pemain senior Asia dan menghadapi jajaran pemain elite dari Team Rest of the World. Namun justru di situlah kesempatan besarnya.
Dari Indonesia, menuju Team Asia. Dari talenta junior, kini berdiri di antara para pemain terbaik dunia.
2026 Roobet Reyes Cup akan berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di Makati Coliseum, Makati, Filipina. Informasi resmi Matchroom/WNT juga mencatat Makati Coliseum sebagai venue Reyes Cup, sementara Philippines Open akan digelar beberapa hari setelahnya di Gateway Mall, Quezon City.